--- admin@rsudjatisari.id Karawang, Jawa Barat

Nyeri Leher dan Saraf Kejepit: Kenali Gejala CHNP dan Cara Mengatasinya

Nyeri leher yang menetap dan menjalar ke bahu, lengan, hingga jari bisa menjadi tanda saraf kejepit (CHNP). Kenali gejalanya, pahami penyebabnya, dan lakukan penanganan yang tepat bersama dokter.

Artikel Kesehatan 7 September 2026 5 menit baca 3 dibaca
Nyeri Leher dan Saraf Kejepit: Kenali Gejala CHNP dan Cara Mengatasinya

Nyeri leher merupakan salah satu keluhan yang cukup sering dialami dalam kehidupan sehari-hari. Kebiasaan bekerja di depan komputer, terlalu lama menggunakan telepon genggam, posisi duduk yang kurang ergonomis, hingga aktivitas fisik tertentu dapat membuat leher terasa kaku dan nyeri.

Namun, tidak semua nyeri leher hanya disebabkan oleh pegal atau ketegangan otot. Jika nyeri berlangsung terus-menerus atau menjalar dari leher menuju bahu, lengan, hingga tangan, kondisi tersebut dapat berkaitan dengan saraf kejepit leher atau Cervical Herniated Nucleus Pulposus (CHNP).

Menurut American Academy of Orthopaedic Surgeons (AAOS), cervical radiculopathy atau yang umum dikenal sebagai saraf kejepit terjadi ketika akar saraf di daerah leher mengalami tekanan atau iritasi. Kondisi ini dapat menyebabkan nyeri, kesemutan, mati rasa, hingga kelemahan pada lengan atau tangan.

Apa Itu Saraf Kejepit Leher atau CHNP?

Di antara ruas tulang belakang terdapat bantalan yang disebut diskus intervertebralis. Diskus berfungsi sebagai peredam beban sekaligus membantu tulang belakang bergerak secara fleksibel.

Seiring bertambahnya usia, diskus dapat mengalami perubahan degeneratif. Kandungan air di dalam diskus berkurang sehingga bantalan menjadi lebih kering dan kurang fleksibel. Dalam kondisi tertentu, bagian diskus dapat menonjol atau mengalami herniasi.

Apabila tonjolan tersebut menekan atau mengiritasi akar saraf di daerah leher, dapat timbul keluhan yang dikenal sebagai cervical radiculopathy atau saraf kejepit leher.

“Cervical radiculopathy, commonly called a ‘pinched nerve,’ occurs when a nerve in the neck is compressed or irritated.”

— American Academy of Orthopaedic Surgeons (AAOS)

Apa Penyebab Saraf Kejepit pada Leher?

Salah satu penyebab utama gangguan diskus leher adalah proses degeneratif yang terjadi seiring bertambahnya usia. Selain itu, beberapa kondisi dan kebiasaan dapat meningkatkan risiko terjadinya masalah pada tulang belakang leher.

Beberapa faktor yang perlu diperhatikan antara lain:

1. Proses penuaan

Perubahan pada diskus dan struktur tulang belakang merupakan bagian dari proses degeneratif. Diskus dapat kehilangan kandungan air dan elastisitasnya sehingga lebih rentan mengalami perubahan.

2. Postur tubuh yang kurang baik

Kebiasaan duduk membungkuk, posisi kepala terlalu menunduk saat menggunakan ponsel, atau mempertahankan posisi leher tertentu dalam waktu lama dapat meningkatkan beban pada leher.

3. Aktivitas atau gerakan tertentu

Gerakan mengangkat, menarik, membungkuk, atau memutar tubuh secara berlebihan dapat berhubungan dengan terjadinya gangguan pada diskus.

4. Cedera leher

Cedera atau trauma tertentu pada leher juga dapat menyebabkan perubahan pada diskus maupun struktur di sekitarnya.

5. Kurang aktif bergerak

Pola hidup yang kurang aktif dapat berdampak pada kebugaran dan kekuatan otot yang berperan dalam mendukung fungsi tubuh, termasuk tulang belakang.

Apa Saja Gejala Saraf Kejepit Leher?

Gejala saraf kejepit pada leher dapat berbeda pada setiap orang. Keluhan yang muncul bergantung pada saraf yang mengalami tekanan atau iritasi.

Beberapa gejala yang dapat muncul meliputi:

Nyeri leher

Nyeri yang menjalar dari leher menuju bahu

Nyeri yang menjalar ke lengan hingga tangan

Kesemutan pada lengan, tangan, atau jari

Mati rasa pada bagian tertentu dari lengan atau tangan

Kelemahan otot pada bahu, lengan, atau tangan

Nyeri yang bertambah pada gerakan tertentu

Perlu diperhatikan: nyeri leher yang menjalar ke lengan, terutama jika disertai kesemutan, mati rasa, atau kelemahan, perlu mendapatkan evaluasi medis.

Gejala tersebut memang dapat mengarah pada kemungkinan saraf kejepit, tetapi tidak dapat digunakan untuk memastikan diagnosis secara mandiri. Nyeri leher memiliki berbagai kemungkinan penyebab sehingga pemeriksaan oleh dokter tetap diperlukan.

Bagaimana Dokter Mendiagnosis Saraf Kejepit Leher?

Untuk menentukan penyebab nyeri leher, dokter akan melakukan wawancara medis dan pemeriksaan fisik. Dokter dapat menilai lokasi nyeri, kekuatan otot, refleks, sensasi, serta pergerakan leher dan anggota gerak.

Pada kondisi tertentu, dokter dapat merekomendasikan pemeriksaan penunjang seperti MRI untuk melihat kondisi diskus, saraf, dan struktur tulang belakang lainnya.

Tidak semua pasien dengan nyeri leher membutuhkan pemeriksaan MRI. Jenis pemeriksaan akan ditentukan berdasarkan gejala dan hasil pemeriksaan dokter.

Bagaimana Cara Mengatasi Saraf Kejepit Leher?

Penanganan saraf kejepit leher disesuaikan dengan penyebab dan tingkat keparahan gejala.

Pada banyak kasus, penanganan awal dilakukan tanpa operasi. Menurut AAOS, sebagian besar pasien dengan cervical radiculopathy dapat mengalami perbaikan dengan terapi nonoperatif.

1. Obat-obatan

Dokter dapat memberikan obat untuk membantu mengurangi nyeri dan peradangan sesuai kondisi pasien. Salah satunya adalah obat antiinflamasi nonsteroid atau NSAID.

Penggunaan obat sebaiknya mengikuti resep dan anjuran dokter, terutama pada pasien yang memiliki penyakit tertentu atau sedang mengonsumsi obat lain.

2. Fisioterapi

Fisioterapi dapat menjadi bagian dari penanganan saraf kejepit leher. Program fisioterapi dapat meliputi latihan peregangan, penguatan otot, serta latihan untuk meningkatkan rentang gerak sesuai kondisi pasien.

Jangan melakukan manipulasi atau gerakan leher secara paksa secara mandiri, terutama apabila terdapat nyeri yang menjalar, kesemutan, mati rasa, atau kelemahan.

3. Modifikasi aktivitas

Pasien dapat dianjurkan untuk menghindari aktivitas yang memperburuk keluhan dan memperbaiki kebiasaan sehari-hari.

Saat bekerja di depan komputer atau menggunakan telepon genggam, usahakan posisi tubuh tetap nyaman dan ergonomis. Berikan waktu istirahat secara berkala dan hindari mempertahankan posisi leher yang sama terlalu lama.

Apakah Saraf Kejepit Leher Harus Dioperasi?

Tidak semua saraf kejepit leher membutuhkan operasi.

Sebagian besar kasus dapat ditangani terlebih dahulu dengan terapi nonoperatif. Namun, operasi dapat dipertimbangkan oleh dokter apabila:

Nyeri tetap berat meskipun telah mendapatkan penanganan nonoperatif yang sesuai.

Keluhan semakin memburuk.

Terjadi kelemahan otot yang semakin berat.

Terdapat gangguan saraf yang memerlukan tindakan lebih lanjut.

Tujuan operasi adalah mengurangi tekanan pada saraf. Jenis tindakan yang dilakukan akan disesuaikan dengan lokasi dan penyebab gangguan serta kondisi pasien.

Keputusan mengenai operasi dilakukan setelah dokter menjelaskan manfaat, risiko, serta pilihan terapi yang tersedia kepada pasien.

Kapan Nyeri Leher Harus Diperiksakan ke Dokter?

Segera konsultasikan nyeri leher kepada dokter apabila keluhan:

🚨 Menetap atau semakin berat

🚨 Menjalar dari leher ke bahu, lengan, atau tangan

🚨 Disertai kesemutan atau mati rasa

🚨 Disertai kelemahan pada tangan atau lengan

🚨 Mengganggu aktivitas sehari-hari

🚨 Tidak membaik dengan penanganan awal

Khusus apabila terjadi kelemahan anggota gerak yang semakin progresif, pemeriksaan medis sebaiknya tidak ditunda.

Cara Mencegah Nyeri Leher

Tidak semua gangguan leher dapat dicegah, tetapi beberapa kebiasaan dapat membantu menjaga kesehatan leher dan tulang belakang.

Berikut beberapa tips yang dapat dilakukan:

✅ Pertahankan postur tubuh yang baik saat duduk dan bekerja.

✅ Atur posisi layar komputer agar nyaman dilihat tanpa terus-menerus menundukkan kepala.

✅ Hindari menggunakan ponsel dalam posisi menunduk terlalu lama.

✅ Berikan jeda dan lakukan peregangan ringan setelah berada dalam posisi yang sama dalam waktu lama.

✅ Tetap aktif melakukan aktivitas fisik sesuai kemampuan.

✅ Gunakan teknik yang tepat saat mengangkat atau memindahkan beban.

✅ Konsultasikan kepada tenaga kesehatan jika muncul nyeri leher yang menetap atau disertai gejala gangguan saraf.

Jangan Abaikan Nyeri Leher yang Menjalar

Nyeri leher memang sering kali disebabkan oleh kondisi ringan seperti ketegangan otot atau posisi tubuh yang kurang baik. Namun, nyeri yang menjalar ke lengan atau disertai kesemutan, mati rasa, dan kelemahan dapat menjadi tanda adanya gangguan pada saraf.

CHNP atau saraf kejepit leher tidak dapat didiagnosis hanya berdasarkan gejala. Pemeriksaan oleh dokter diperlukan untuk menentukan penyebab dan penanganan yang tepat.

Jangan menunggu hingga keluhan semakin mengganggu aktivitas. Kenali gejalanya, perbaiki kebiasaan sehari-hari, dan konsultasikan nyeri leher yang menetap kepada tenaga kesehatan.

Butuh Konsultasi?

Jika Anda mengalami nyeri leher yang menetap, nyeri menjalar ke lengan, kesemutan, mati rasa, atau kelemahan anggota gerak, segera lakukan pemeriksaan untuk mendapatkan penanganan yang sesuai.

RSUD Jatisari siap memberikan pelayanan kesehatan untuk membantu Anda menjaga kesehatan dan mempertahankan kualitas hidup.

Sumber Referensi

American Academy of Orthopaedic Surgeons (AAOS). Cervical Radiculopathy (Pinched Nerve).

American Academy of Orthopaedic Surgeons (AAOS). Cervical Radiculopathy: Surgical Treatment Options.

American Family Physician. Nonoperative Management of Cervical Radiculopathy.

American Family Physician. Neck Pain: Initial Evaluation and Management.

Baca Juga

Butuh Bantuan Medis Segera?

Tim kami siap membantu Anda. Hubungi kami atau buat janji temu dengan dokter pilihan Anda.