--- admin@rsudjatisari.id Karawang, Jawa Barat

Penyakit Jantung Koroner: Kenali Gejala, Faktor Risiko, dan Cara Mencegahnya

Penyakit Jantung Koroner (PJK) merupakan kondisi ketika pembuluh darah koroner yang memasok darah ke otot jantung mengalami penyempitan atau penyumbatan. Salah satu penyebab utamanya adalah penumpukan plak pada dinding pembuluh darah yang dapat menghambat aliran darah menuju jantung.

Artikel Edukasi 28 September 2026 5 menit baca 5 dibaca
Penyakit Jantung Koroner: Kenali Gejala, Faktor Risiko, dan Cara Mencegahnya

Penyakit Jantung Koroner (PJK) merupakan kondisi ketika pembuluh darah koroner yang memasok darah ke otot jantung mengalami penyempitan atau penyumbatan. Salah satu penyebab utamanya adalah penumpukan plak pada dinding pembuluh darah yang dapat menghambat aliran darah menuju jantung.

Jantung merupakan organ vital yang bekerja terus-menerus untuk memompa darah ke seluruh tubuh. Agar dapat menjalankan fungsinya, otot jantung juga membutuhkan pasokan darah dan oksigen yang diperoleh melalui arteri koroner.

Ketika aliran darah melalui pembuluh koroner terganggu, otot jantung dapat kekurangan oksigen. Kondisi ini dapat menimbulkan keluhan seperti nyeri atau rasa tidak nyaman di dada dan sesak napas. Jika aliran darah tersumbat secara mendadak, kondisi tersebut dapat menyebabkan serangan jantung.

Apa Itu Penyakit Jantung Koroner?

Penyakit Jantung Koroner terjadi ketika pembuluh darah yang memasok darah ke otot jantung mengalami penyempitan atau penyumbatan. Proses ini umumnya berkaitan dengan aterosklerosis, yaitu penumpukan plak pada dinding pembuluh darah.

Plak dapat terdiri dari kolesterol, lemak, kalsium, dan berbagai zat lain. Seiring waktu, plak dapat membuat saluran pembuluh darah semakin sempit sehingga aliran darah menuju otot jantung berkurang.

Pada kondisi tertentu, plak dapat mengalami kerusakan atau pecah dan memicu terbentuknya bekuan darah. Jika bekuan tersebut menyumbat aliran darah secara signifikan, dapat terjadi serangan jantung.

PJK dapat berkembang secara bertahap selama bertahun-tahun dan pada sebagian orang tidak menimbulkan gejala yang jelas sampai terjadi komplikasi.

Faktor Risiko Penyakit Jantung Koroner

Beberapa faktor dapat meningkatkan risiko terjadinya PJK. Kementerian Kesehatan RI membagi faktor risiko PJK menjadi faktor yang tidak dapat diubah dan faktor yang dapat dikendalikan. Faktor tersebut antara lain usia, keturunan, merokok, gangguan kolesterol, hipertensi, diabetes, stres, pola makan tidak sehat, kurang aktivitas fisik, serta berat badan berlebih atau obesitas.

1. Kolesterol tinggi

Kadar kolesterol LDL yang tinggi dapat berkontribusi terhadap penumpukan plak pada dinding pembuluh darah. Dalam jangka panjang, kondisi ini dapat menyebabkan pembuluh darah semakin menyempit.

2. Tekanan darah tinggi

Hipertensi yang tidak terkontrol dapat memberikan tekanan terus-menerus pada dinding pembuluh darah dan meningkatkan risiko kerusakan pembuluh darah.

3. Merokok

Merokok dapat merusak pembuluh darah dan meningkatkan risiko penyakit jantung. Paparan asap rokok dari lingkungan juga merupakan faktor risiko penyakit kardiovaskular.

4. Diabetes

Kadar gula darah yang tinggi dalam jangka panjang dapat memengaruhi kesehatan pembuluh darah dan meningkatkan risiko penyakit kardiovaskular.

5. Kurang aktivitas fisik

Kurangnya aktivitas fisik merupakan salah satu faktor risiko penyakit kardiovaskular. Aktivitas fisik secara rutin membantu menjaga kesehatan jantung dan menurunkan risiko berbagai penyakit tidak menular.

6. Pola makan tidak sehat dan berat badan berlebih

Pola makan yang tidak sehat serta kelebihan berat badan atau obesitas dapat berkontribusi terhadap meningkatnya tekanan darah, kadar gula darah, dan kadar lemak darah yang merupakan faktor risiko penyakit kardiovaskular.

7. Usia dan riwayat keluarga

Usia dan riwayat keluarga dengan penyakit jantung juga dapat memengaruhi risiko seseorang mengalami penyakit jantung koroner.

Kenali Gejala Penyakit Jantung Koroner

Gejala PJK dapat berbeda pada setiap orang. Pada sebagian orang, gejala dapat berupa nyeri atau rasa tidak nyaman di dada, sementara pada kondisi tertentu serangan jantung dapat menjadi tanda pertama adanya penyakit pembuluh darah koroner.

Beberapa gejala yang perlu diwaspadai antara lain:

Nyeri atau rasa tidak nyaman di dada

Keluhan dapat berupa dada terasa tertekan, berat, penuh, atau tidak nyaman. Nyeri atau rasa tidak nyaman tersebut dapat menjalar ke lengan, bahu, punggung, leher, rahang, atau bagian tubuh lainnya.

Sesak napas

Sesak napas dapat menjadi salah satu gejala yang menyertai gangguan jantung, terutama ketika terjadi gangguan aliran darah ke otot jantung.

Pusing atau merasa akan pingsan

Gangguan jantung dapat disertai rasa pusing, lemas, atau hampir pingsan. Gejala ini perlu mendapat perhatian terutama jika muncul bersamaan dengan keluhan lain seperti nyeri dada atau sesak napas.

Keringat dingin, mual, atau muntah

Serangan jantung dapat disertai keringat dingin, mual, muntah, tubuh terasa lemah, atau kepala terasa ringan.

Nyeri yang menjalar

Rasa tidak nyaman akibat gangguan jantung dapat menjalar dari dada menuju satu atau kedua lengan, bahu, punggung, leher, rahang, atau bagian tubuh lainnya.

Kapan Harus Segera ke IGD?

Nyeri atau rasa tidak nyaman di dada yang muncul secara mendadak, terutama jika disertai sesak napas, keringat dingin, mual, pusing, atau nyeri yang menjalar ke lengan, bahu, rahang, maupun punggung, perlu dianggap serius.

Serangan jantung merupakan kondisi yang membutuhkan pertolongan medis segera. WHO juga mencantumkan nyeri atau rasa tidak nyaman di dada, sesak napas, mual atau muntah, pusing atau hampir pingsan, serta keringat dingin sebagai gejala yang dapat menyertai serangan jantung.

Jangan menunggu gejala menjadi semakin berat. Segera cari pertolongan medis atau datang ke IGD terdekat.

Bagaimana Cara Mencegah Penyakit Jantung Koroner?

Sebagian faktor risiko PJK memang tidak dapat diubah. Namun, banyak faktor risiko yang dapat dikendalikan melalui perubahan gaya hidup dan pemeriksaan kesehatan secara berkala. WHO menyebutkan bahwa berhenti menggunakan tembakau, menerapkan pola makan sehat, melakukan aktivitas fisik secara rutin, serta mengendalikan faktor seperti tekanan darah, gula darah, dan kadar lemak darah dapat membantu mengurangi risiko penyakit kardiovaskular.

1. Terapkan pola makan seimbang

Perbanyak konsumsi sayuran, buah-buahan, biji-bijian, dan sumber protein yang sehat. Batasi konsumsi makanan tinggi lemak jenuh, lemak trans, gula, dan garam secara berlebihan.

2. Rutin melakukan aktivitas fisik

WHO merekomendasikan orang dewasa melakukan setidaknya 150 menit aktivitas fisik intensitas sedang per minggu, atau 75 menit aktivitas intensitas berat per minggu, atau kombinasi yang setara.

Aktivitas seperti berjalan kaki, bersepeda, olahraga, maupun berbagai aktivitas sehari-hari dapat menjadi bagian dari gaya hidup aktif.

3. Berhenti merokok

Menghentikan kebiasaan merokok merupakan langkah penting dalam mengurangi risiko penyakit kardiovaskular. Hindari pula paparan asap rokok dari lingkungan sekitar.

4. Menjaga berat badan

Berat badan berlebih dan obesitas merupakan salah satu faktor yang berkaitan dengan peningkatan risiko penyakit kardiovaskular. Menjaga berat badan melalui pola makan seimbang dan aktivitas fisik merupakan bagian dari upaya menjaga kesehatan jantung.

5. Mengelola stres

Stres merupakan salah satu faktor yang dapat berkaitan dengan risiko PJK. Menjaga waktu istirahat, melakukan aktivitas fisik, serta menerapkan cara pengelolaan stres yang sehat dapat menjadi bagian dari pola hidup yang lebih baik.

6. Memantau tekanan darah

Hipertensi dapat meningkatkan risiko penyakit kardiovaskular dan sering kali tidak menimbulkan gejala. Pemeriksaan tekanan darah secara berkala penting dilakukan untuk mengetahui kondisi tekanan darah dan mendapatkan penanganan apabila diperlukan.

7. Memeriksa kadar kolesterol

Pemeriksaan kadar kolesterol dapat membantu mengetahui kondisi lemak dalam darah. Kadar kolesterol yang tinggi merupakan salah satu faktor risiko penyakit jantung koroner.

8. Mengendalikan kadar gula darah

Bagi penderita diabetes, pengendalian kadar gula darah merupakan bagian penting dalam mengurangi risiko komplikasi pada pembuluh darah dan jantung.

Jaga Kesehatan Jantung Mulai dari Sekarang

Penyakit Jantung Koroner dapat berkembang secara perlahan dan pada sebagian orang tidak menimbulkan gejala yang jelas hingga terjadi komplikasi. Karena itu, menjaga kesehatan jantung perlu dilakukan sebelum muncul keluhan.

Kenali faktor risiko, terapkan pola hidup sehat, lakukan pemeriksaan kesehatan secara berkala, dan jangan mengabaikan gejala yang muncul.

Jaga jantung hari ini untuk kehidupan yang lebih sehat di masa depan.

Jika mengalami nyeri dada atau keluhan yang mengarah pada keadaan darurat jantung, segera cari pertolongan medis dan datang ke IGD RSUD Jatisari atau fasilitas kesehatan terdekat.

Sumber dan Referensi

World Health Organization (WHO). Cardiovascular Diseases (CVDs). 31 July 2025. WHO – Cardiovascular Diseases

World Health Organization (WHO). Cardiovascular Diseases. WHO – Cardiovascular Diseases Overview

World Health Organization (WHO). Physical Activity. 26 June 2024. WHO – Physical Activity

Centers for Disease Control and Prevention (CDC). About Coronary Artery Disease (CAD). 15 May 2024. CDC – Coronary Artery Disease

Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. Mengenal Faktor Risiko Penyakit Jantung Koroner. 13 Januari 2022. Kemenkes RI – Faktor Risiko Penyakit Jantung Koroner

Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. Kenali Gejala Jantung Sejak Dini. 24 September 2024. Kemenkes RI – Kenali Gejala Jantung Sejak Dini

Direktorat Jenderal Kesehatan Lanjutan, Kementerian Kesehatan RI. Gejala dan Ciri Penyakit Jantung Koroner. Kemenkes RI – Gejala dan Ciri Penyakit Jantung Koroner

Baca Juga

Butuh Bantuan Medis Segera?

Tim kami siap membantu Anda. Hubungi kami atau buat janji temu dengan dokter pilihan Anda.